Sang Penggerak

deka 2016-11-07 10:34:56 Kisah Teladan
Pemerintahan Presiden Jokowi tak mengira bahwa unjuk rasa tgl 4 November itu akan mendapat dukungan yang begitu luas. ,Mereka berasumsi bahwa sebagian massa demo adalah para pendukung Prabowo yang kecewa dengan hasil Pilpres lalu. Maka Presiden dan jajarannya mendatangi Prabowo, menunjukkan hubungan akrab dan mesra. Pesan tersiratnya : Kami menghormatinya, dia juga menghormati kami, masa kalian mau merongrong kami ?

Tapi adegan mesra itu ternyata tak meredam pertambahan massa. Analisis intelejen yang lain mengatakan sebagian massa berasal dari para pendukung Presiden sebelumnya. Ada asumsi SBY dan Demokrat ikut mendanai unjuk rasa tersebut. Tuduhan ini sampai ke telinga SBY sehingga ia perlu menyampaikan pernyataan khusus tentang ini pagi tadi di Cikeas. Dia menegaskan bahwa asumsi itu fitnah.

Presiden Jokowi kemudian mengundang NU, MUI dan Muhammadiyah. Setelah pernyataan bersama disiarkan kemana-mana, tak pula mengubah keadaan.

Jelas sudah ini bukan soal sisa pilpres, bukan soal Pilkada, bukan soal politik.

Ada 'pihak' yang lupa mereka kunjungi, yakni yang menurunkan ayat Al-Maaidah 51 itu. Tentu bukan dengan mengunjungi rumah-Nya, melainkan dengan sadar diri dan bertaubat.

Kiranya analisis intelejennya luput melihat bahwa Pemilik ayat itulah Sang Penggerak yang sesungguhnya...!!!

Allahu Akbar....!!!


Baca Artikel Lainnya