Keutamaan Hari Jum'at

deka 2017-03-17 09:25:10 Ibadah
Agama Islam mempunyai hari yang istimewa dalam deretan 7 hari yang kita kenal, hari itu adalah hari jum’at.

?1. Hari paling baik di dunia
Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Alloh mengharapkan kebaikan kecuali Alloh akan mengabulkan permintannya.”
(HR. Muslim)

?2. Hari bagi kaum muslimin
Dari Kuzhaifah dan Rabi’i bin Harrasy radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
“Alloh menyesatkan orang-orang sebelum kami pada hari jum’at, Yahudi pada hari sabtu, dan Nasrani pada hari ahad, kemudian Alloh mendatangkan kami dan memberi petunjuk pada hari jum’at, mereka umat sebelum kami akan menjadi pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni dunia ini dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum umat yang lain.”
(HR. Muslim dan Ibnu Majah)

?3. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari.
Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasululloh  shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Alloh, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Alloh, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Alloh maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Alloh, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.”
(HR. Ahmad)

?4. Waktu yang mustajab untuk berdo’a.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasululloh  shallallahu ‘alaihi wa sallammenyebut hari jum’at lalu beliau Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Alloh Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.
(HR. Bukhari Muslim)

Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:
a. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umarradhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasululloh sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasululloh bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’”
(HR. Muslim)

Imam Nawawi  rahimahullah menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam As-Suyuthi rahimahullah menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika shalat didirikan.

b. Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ‘ashar.
Dari Jabir bin ‘Abdillah  radhiyallahu ‘anhu, dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Alloh dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Alloh. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.”
(HR. Abu Dawud)

?5. Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya.
Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.”
(HR. Bukhari)

Hari jum'at hadir kembali, mari membaca al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, doa dan sodaqoh.
Semoga menjadi lebih baik dan bermanfaat utk sesama.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

?❤?
???????


Baca Artikel Lainnya